Mengapa Saluran Air di Rumah Selalu Memakai Pipa PVC

September 4, 2010 by  
Filed under Tips & Artikel Seputar Pipa PVC

Mengapa saluran air di rumah selalu memakai pipa PVCDalam membuat saluran air bersih kita punya dua pilihan bahan, yaitu dengan pipa besi yang digalvanis (lapisan tahan karat/sering disebut pipa GIP) dan pipa PVC pipa yang dibuat dari polyvinyl chloride, polimer yang disuling dari minyak bumi yang direkayasa. Keduanya punya kelebihan dan kelemahan. Namun, pada intinya umumnya dipakai pipa PVC karena jauh lebih murah (hampir empat lebih murah). Pipa GIP dipakai hanya pada tempat terbuka/tidak terlindungi karena memang pipa ini lebih tahan terhadap benturan mekanis.

Poin utama dari sistem saluran ini adalah tekanan air di dalam pipa. Diupayakan agar tekanan airnya cukup kuat dan merata di semua tempat. Hal yang pertama agar cukup lancar keluarnya dari keran/faucet. Kedua agar tidak satu keran pun yang akan kehilangan tekanan air pada saat beberapa keran dinyalakan. Cara meningkatkan agar tekanan air cukup kuat adalah dengan menggunakan tangki air sebagai sumber catu air, yang diletakkan di tempat yang lebih tinggi dari semua titik keran, atau dengan pompa booster (pompa air yang khusus digunakan untuk meningkatkan tekanan).

Sementara untuk menjaga tekanan air sama di semua titik keran, upaya yang dilakukan adalah dengan membuat jaringan pipa yang menutup (loop)- artinya ujung pipa terakhir menyambung kembali ke ujung awal. Hal ini menyebabkan tiadanya pipa di ujung saluran yang umumnya memiliki tekanan yang paling rendah. Cara lainnya adalah dengan memperbesar ukuran pipa instalasi di bagian hilir.

Saluran air kamar mandi

Juga umumnya menggunakan PVC. Di masa lalu menggunakan pipa yang terbuat dari tembikar. Yang perlu diperhatikan di sini ialah dibutuhkan manhole (bak kontrol) di setiap perubahan arah saluran atau pada jarak yang cukup jauh. Manhole ini dimaksudkan untuk mempermudah perawatan. Untuk menghindari masuknya tikus, sebaiknya di setiap ujung pipa diberi jeriji antitikus yang dibuat dari besi.

Saluran air limbah WC. Berlainan dengan limbah cair lainnya yang bisa langsung dibuang ke saluran terbuka atau diresapkan ke tanah, limbah WC ini harus mengalami suatu proses “penstabilan” dulu sebelum bisa diresapkan ke tanah. Secara teknis, yang dimaksud penstabilan adalah mengubah sifat limbah WC yang tidak stabil karena bersifat organis. Artinya bisa menjadi busuk dan bau, dan secara ilmu lingkungan tidak bisa ditempatkan di tempat terbuka atau diresapkan langsung ke dalam tanah, menjadi suatu zat anorganis yang stabil dan tidak berubah lagi sifat maupun bentuknya. Hal ini dilakukan dalam suatu fasilitas yang kita kenal sebagai septic tank.

Septic tank adalah sebuah bak penampung yang “mempekerjakan” bakteri anaerobik (bakteri yang tak membutuhkan oksigen untuk hidupnya) untuk menstabilkan limbah WC tadi.

Namun, beberapa hal yang kita perlu ketahui. Menurut Satrio, ahli teknik penyehatan dari ITB, sebenarnya proses penstabilan di dalam septic tank, kalau kita mengikuti parameter-parameter kestabilan limbah, hanya bisa dilakukan sampai tingkat 60 persen. Parameter kestabilannya adalah antara lain tingkat BOD (biological oxygen demand = tingkat kebutuhan zat asam biologis, maksimal 50 mg/liter) dan tingkat keenceran (suspended solidity, maksimal 100 mg/l) dari limbah. Limbah dengan tingkat BOD yang terlalu tinggi akan “merampas” oksigen yang dikandung air sungai tujuan akhir pembuangan limbah, yang dibutuhkan oleh makhluk lain di tempat itu, seperti ikan. Adapun tingkat keenceran yang terlalu tinggi akan mengurangi kejernihan fisik air sungai tersebut.

Karena itu, sesudah melewati septic tank, cairan limbah belum bisa dibuang ke saluran terbuka. Cairan ini harus diresapkan ke dalam tanah (dengan sumur peresap) untuk distabilkan lebih lanjut oleh bakteri-bakteri yang ada dalam tanah. Oleh karena itu perlu dibuat jarak antara sumber air bersih di dalam tanah dengan sumur peresapan ini. Paling tidak dalam jarak mendatar 10 meter.

Sehubungan dengan jarak ini, kita harus berhati-hati menempatkan septic tank atau sebaliknya, membuat sumur pompa. Kita harus melihat posisi kedua instalasi tersebut dengan tetangga, apalagi kalau lahan kita tidak begitu besar. Umumnya septic tank dan sumur peresapnya berada di halaman depan, sementara sumur pompa/sumber air berada di halaman belakang, dengan demikian peletakan kedua benda tersebut tidak saling mengganggu.

Hal lainnya adalah bahwa untuk melindungi bakteri-bakteri septic tank, sebaiknya kita jangan sekali-kali membuang air sabun atau cairan yang mengandung zat-zat antiseptik ke dalam WC, karena bisa membunuh bakteri-bakteri di dalamnya, dan kalau bakteri-bakteri septic tank ini punah, tentu proses penstabilan tadi tidak berjalan.

Soal pemeliharaan

Sejak hari pertama kita menghuni rumah kita, sedikit sekali kita akan memikirkan sistem saluran ini. Namun sebenarnya kita telah mendapatkan kenyamanan, kebersihan, dan bahkan kesehatan dari keberadaan mereka. Baru ketika muncul masalah pada saluran ini seperti saluran air bersih bocor atau saluran WC macet, maka tiba-tiba kita akan memusatkan perhatian kepada mereka.

Mudah-mudahan sedikit pengetahuan mengenai sistem saluran dalam rumah kita ini bisa memberi sedikit kesiapan kita apabila hal-hal yang tak diinginkan terjadi. Meski pada akhirnya kita akan memanggil ahlinya juga untuk mengatasinya, yang terbaik adalah sekali lagi soal pemeliharaan. Periksalah dan bersihkan secara rutin semua sistem saluran dalam rumah kita. Tak ada satu pun sistem yang bebas pemeliharaan dan perawatan.

sumber : http://dannyprijadi.wordpress.com

Memasang Instalasi Pipa Air Panas

September 4, 2010 by  
Filed under Tips & Artikel Seputar Pipa PVC

Memasang Instalasi Pipa Air PanasInstalasi pipa air panas perlu dibuat khusus. Inilah material dan cara pemasangan yang tepat agar Anda tak terancam bencana.

Pada musim penghujan, Anda mungkin ingin mandi air hangat. Temperatur air yang hangat kuku menjadikan mandi di musim dingin itu nikmat. Badan tak akan menggigil ketika air mengguyur sekujur tubuh.

Kita mengenal banyak cara menyediakan air hangat untuk mandi. Cara konvensional: rebus air hingga mendidih, tuang air panas itu ke dalam bak mandi dan campur dengan air dingin hingga cukup hangat. Pada rumah modern, cara ini mulai ditinggalkan karena tidak praktis.

Solusi lain: pasang pemanas air pada instalasi air bersih di rumah. Sistem ini mempercepat upaya penyediaan air hangat untuk mandi atau mencuci sekaligus. Jika ingin memperoleh air hangat untuk mandi atau mencuci, Anda pun cukup membuka keran. Air hangat langsung mengucur. Cara ini lebih cepat dan praktis, bukan?

Jika Anda ingin menginstalasi air panas untuk rumah tinggal, ada beberapa kiat yang perlu diperhatikan. Biasanya, yang menjual alat pemanas air ini berikut pemasangannya. Namun Anda dapat mengawasinya dan memilih alat atau pipa yang terbaik. *

Kiat memasang

Sebaiknya instalasi air panas dipasang bersamaan waktu dengan memasang instalasi air bersih atau saat pembangunan rumah. Berikut 5 kiat agar mendapatkan hasil terbaik:

  1. Tentukan titik keran air panas . Penentuan titik ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Umumnya air panas dibutuhkan di kamar mandi, dapur, dan wastafel. Setelah itu, tentukan pula lokasi alat pemanas air. Tahap ini penting untuk menghitung kebutuhan pipa instalasi air dan menentukan jalur instalasinya. Untuk menekan biaya, tentukan jalur/jarak terpendek antara titik keran dengan mesin pemanas air.
  2. Tentukan model alat pemanas . Memilih alat pemanas sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. Jika hanya untuk keperluan mandi dan wastafel, cukup pilih tangki yang berkapasitas 10liter. Alat ini dapat dipasang di dalam kamar mandi, sehingga menekan kebutuhan pipa. Kapasitas tangki lebih besar (>30liter) dibutuhkan jika titik keran air panas lebih banyak. Alat ini sebaiknya ditempatkan di luar ruangan. Terlebih jika Anda memilih pemanas gas.
  3. Memilih material pipa instalasi. Temperatur air yang tinggi berpotensi merusak beberapa jenis material. Untuk air panas, sebaiknya gunakan material yang tahan panas dan tekanan tinggi. Untuk panas sedang dapat menggunakan pipa PVC. “Ini pun mesti dipilih pipa PVC yang tebal dan kuat.
  4. Menghubungkan pemanas dengan instalasi pipa. Setelah pemanas terpasang pada dinding, hubungkan lubang input/output pemanas ke intalasi air. Hubungkan lubang input ke pipa instalasi pensuplai, sedangkan lubang output (buangan air panas) ke pipa instalasi air panas. Gunakan pipa fleksibel agar lebih praktis dan mudah. Sebaiknya pasang stop keran di antara antara kedua pipa fleksibel dengan kedua instalasi air.

sumber : www.ideaonline.co.id

Cara Memasang Pipa PVC

September 4, 2010 by  
Filed under Tips & Artikel Seputar Pipa PVC

PVC adalah singkatan dari PoliVinyl Chloride. Pipa PVC sifatnya keras, ringan, dan kuat sehingga sering digunakan untuk saluran air dalam suatu proyek perumahan, gedung atau jalan. Penginstalannya juga mudah sehingga sangat cocok jika digunakan sebagai saluran dibawah sink dapur, kamar mandi, dan yg lain.

Dalam kebanyakan kasus, pipa PVC bekerja lebih baik daripada pipa besi yang perlu disolder. Pipa PVC juga tahan terhadap hampir semua alkali dan zat beracun serta mudah dipasang.

Pipa PVC memiliki banyak keuntungan, yaitu :

Mudah instalasinya sehingga biaya instalasi rendah
Tahan terhadap bahan kimia
Sangat kuat
Memiliki daya tahan korosi
Daya konduksi panas yang rendah
Hampir bebas pemeliharaan

Pemotongan Pipa PVC dan alat-alat sambungan (Cutting dan Fitting)

Cara-Memasang-Pipa-PVC

Pipa PVC bisa dipotong dengan mudah dengan menggunakan gergaji besi, namun untuk mendapatkan potongan yang baik dan lurus, dianjurkan untuk mengguanakan abrasive disk. Perlu diketahui bahwa potongan yang tidak lurus bisa mengakibatkan rangkaian mudah lepas.

Setelah pemotongan, bersihkan semua serutan ujung pipanya baik dari dalam maupun luar. Setelah pipa dipotong dengan ukuran yang tepat, letakkan besrta alat-alat sambungannya di permukaan lantai untuk melihat apakah panjangnya sudah benar atau tidak. Jika panjangnya sudah benar, bisa dilanjutkan instalasinya.

Untuk menghubungkan pipa PVC yang satu dengan yang lain, diperlukan lem PVC. Pertama, pipa harus dibersihkan sampai bersih, lalu olesi bagian dalam alat sambungan dengan lem PVC, segera masukkan pipa PVC, dan putar pipa 1/4 lingkaran untuk memastikan kalau lem sudah benar-benar menutupi pipa.

Kemudian bisa dilanjutkan dengan pemasangan gantungan untuk menyangga pipa. Ini untuk mengurangi beban di sendi yang mungkin dapat menyebabkan kebocoran. Pastikan pipa PVC terlindung dari paku, screws, atau bahan abrasive.